di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Nur Al-Iman Moncongloe
Berawal pada tahun 2012, saat melintas di kawasan Moncongloe yang saat itu masih sangat sunyi dan sepi, waktu salat Zuhur pun tiba. Kami bergegas mencari masjid untuk menunaikan kewajiban, namun ternyata harus menempuh jarak yang sangat jauh.
Dalam perjalanan tersebut, kami menemukan sebidang lahan tak berpenghuni. Seketika muncul dorongan kuat untuk mewujudkan impian masa remaja, yaitu mendirikan sebuah masjid sebagai pusat pendidikan.
Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2014 sebagai langkah awal mewujudkan impian tersebut. Kurang lebih dua tahun berselang, tepatnya pada 29 April 2016, pembangunan masjid akhirnya diresmikan oleh Bupati Maros.
Seiring berjalannya waktu, melihat suasana masjid yang masih sepi jemaah, terbersit niat yang mendalam untuk mengagungkan kalimat Allah di Moncongloe. Kami terdorong untuk mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak di lingkungan sekitar, sebagaimana kami menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an kepada anak-anak kami sendiri.
Pada akhirnya, program pendidikan berbasis masjid mulai berjalan (TPA dan Tahfizh Weekend). Para orang tua menyambutnya dengan sangat antusias untuk mengantarkan putra-putri mereka belajar dan menghafal Al-Qur'an. Dari sinilah timbul inisiatif untuk mendirikan asrama atau pondok sebagai wadah dalam melahirkan lebih banyak penghafal Al-Qur'an yang mutqin.
Perjuangan ini tentu penuh rintangan. Dari tempat yang sebelumnya tidak dikenal dan belum terlihat potensinya, berkat keyakinan serta kegigihan pendiri dan kesabaran para perintisnya, kini cahaya ilmu telah bersinar menghiasi Moncongloe—sesuai dengan namanya, Nur Al-Iman.
Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Nur Al-Iman hadir sebagai wadah untuk melahirkan para penghafal Al-Qur'an yang mutqin, terampil dalam berbahasa Arab dan Inggris, serta menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan utama.
Saat ini, PPTA Nur Al-Iman telah berjalan selama 4 tahun sejak penerimaan santri angkatan pertama pada tanggal 9 Agustus 2020.
Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Nur Al-Iman berlokasi di Dusun Diccekang, Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Dari Nur Al-Iman untuk Sulawesi, Bahkan Indonesia
“Mencetak Generasi Hafizh Mutqin, Berkarakter Qur’ani, Terampil dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris”
Mengajarkan Al-Qur’an sesuai tahapannya yaitu cinta, paham dan hafal Al-Qur’an dengan mutin menggunakan metode yang efektif
Menerapkan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari di lingkungan pesantren
Menanamkan dasar-dasar ilmu sari dan adab-adab Islam sesai dengan sunnah dalam kesehariannya
Mengembangkan potensi santri melalui keterampilan sesuai bakat dan bidangnya
Menciptakan lingkungan yang kondusif, santun dan ramah terhadap santri dan masyarakat sekitar